DPRD Kota Jambi Soroti Banjir di Kawasan JBC

Bagikan

JTIZEN.COM – Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruk, menanggapi dengan serius dampak banjir yang kerap melanda kawasan sekitar JBC (Jambi Business Center) pada waktu lalu. Saat ini belum ada penyelesaian dari pemerintah Kota Jambi.

Menurut Umar, banjir yang terjadi disebabkan oleh minimnya resapan air di kawasan tersebut, yang diduga akibat dari pembangunan JBC.

Umar mengungkapkan bahwa selama ini tidak ada lagi ruang untuk resapan air di sekitar JBC, yang seharusnya diantisipasi dengan pembangunan kolam retensi.

Hal ini menjadi perhatian serius karena pihak pengembang JBC memiliki kewajiban untuk membangun kolam retensi sebagai bagian dari perjanjian yang telah disepakati dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi. Namun, hingga kini pembangunan kolam retensi tersebut belum terealisasi.

“Pembangunan JBC ini memang bermanfaat bagi perekonomian Kota Jambi, tetapi tidak bisa mengabaikan dampak lingkungan yang ditimbulkan, khususnya bagi masyarakat sekitar. Kolam retensi yang dijanjikan belum juga dibangun, sementara resapan air di kawasan tersebut sudah tidak ada lagi,”katanya, pada Kamis (27/02/2025).

Umar menambahkan bahwa pihaknya sedang memantau secara langsung perkembangan perjanjian antara JBC dan DLH terkait pembangunan kolam retensi yang seharusnya menjadi prioritas.

Lanjutnya, bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, Umar menekankan pentingnya agar Pemkot Jambi, melalui DLH, bertindak tegas terhadap pihak pengembang JBC.

“Jika kolam retensi itu tidak juga dibangun, kami meminta agar pembangunan di kawasan JBC dihentikan sementara hingga kolam retensi tersebut selesai dibangun. Ini demi menjaga agar dampak negatif terhadap lingkungan, terutama terhadap masyarakat yang terdampak banjir, bisa diminimalisir,” tegasnya.

Umar menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung investasi yang masuk ke Kota Jambi, asalkan investasi tersebut tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.

“Kami sangat mendukung perkembangan ekonomi di Kota Jambi, tetapi apabila itu merugikan masyarakat, untuk apa kita teruskan,”kata Umar dengan nada tegas.

Umar mengungkapkan, belum ada kegiatan nyata terkait pembangunan kolam retensi tersebut. Ia dan tim Komisi III telah melakukan pemantauan langsung di lapangan, dan hasilnya, kolam retensi yang menjadi kewajiban JBC belum juga dibangun.

Lanjutnya, mengingatkan Pemkot Jambi agar tidak menunda-nunda penyelesaian masalah ini karena dampak banjir sudah dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Kami sudah turun ke lapangan dan melihat langsung, kegiatan untuk membangun kolam retensi belum ada. Jika hal ini terus dibiarkan, masyarakat akan semakin menderita. Oleh karena itu, kami meminta Pemkot Jambi, terutama DLH, untuk segera mengambil tindakan tegas,” jelasnya.

Pemerintah Kota Jambi diharapkan dapat segera menyelesaikan masalah ini, mengingat pentingnya keberlanjutan pembangunan yang ramah lingkungan dan tidak merugikan masyarakat.

Umar pun menegaskan bahwa keputusan ini bukan hanya demi kepentingan masyarakat sekitar JBC. “Tetapi juga untuk kelestarian lingkungan dan kenyamanan warga Kota Jambi secara keseluruhan,” tutupnya.***

Baca Juga